”Allah Tidak Menuntut Sempurna”
”Allah
Tidak Menuntut Sempurna”
Allah tidak menuntutmu bersih tanpa cela,
tapi Dia mencintai langkahmu yang terus kembali.
Bukan suci yang Dia cari,
tapi kejujuranmu saat kau mengaku lemah
namun
tetap ingin bangkit.
Hidup ini tak mudah,
terutama di jalanan kota
yang ramai tapi sering membuat sepi.
Persaingan membuat hati terjepit,
harga diri dan keimanan sering diuji
pada pilihan yang tidak selalu hitam dan putih.
Tapi Allah tidak menilai dari hasilmu,
melainkan dari upayamu melawan diri sendiri
saat tak ada yang melihat.
Ia tahu luka-lukamu,
dan tak pernah mencatat gagalmu
tanpa melihat perjuanganmu.
Istiqamah bukan soal tak pernah jatuh,
tapi tentang terus memilih bangkit,
meski
tahu hari esok mungkin kau jatuh lagi.
Tenang bukan karena dunia menjadi ramah,
tapi karena hatimu tahu kepada siapa kau bersandar.
Sabar bukan karena tak punya pilihan,
tapi karena kau percaya bahwa tergesa
tak akan mempercepat datangnya kebaikan.
Jaga hatimu—
bukan agar dunia menyayangimu,
tapi agar kau tak kehilangan arah
saat dunia memalingkan muka.
Jaga dirimu—
bukan untuk terlihat benar,
tapi agar kau tetap manusia di hadapan Tuhan,
meski dunia menuntutmu jadi mesin tanpa hati.
Allah tidak menunggu kamu jadi sempurna
untuk mencintaimu.
Dia hanya ingin kamu tetap mengetuk,
meski tanganmu lelah.
Tetap melangkah,
meski jalanmu tak rata.
Tetap menyebut nama-Nya,
meski suaramu kadang hanya bisikan lirih.
Dan kelak, saat semua cahaya padam,
cinta-Nya akan menjadi satu-satunya
yang tetap menyala
dan memanggilmu pulang.
ⒷⒽⓌ
Allah tidak menuntutmu bersih tanpa cela,
tapi Dia mencintai langkahmu yang terus kembali.
Bukan suci yang Dia cari,
tapi kejujuranmu saat kau mengaku lemah
Hidup ini tak mudah,
terutama di jalanan kota
yang ramai tapi sering membuat sepi.
Persaingan membuat hati terjepit,
harga diri dan keimanan sering diuji
pada pilihan yang tidak selalu hitam dan putih.
Tapi Allah tidak menilai dari hasilmu,
melainkan dari upayamu melawan diri sendiri
saat tak ada yang melihat.
Ia tahu luka-lukamu,
dan tak pernah mencatat gagalmu
tanpa melihat perjuanganmu.
Istiqamah bukan soal tak pernah jatuh,
tapi tentang terus memilih bangkit,
Tenang bukan karena dunia menjadi ramah,
tapi karena hatimu tahu kepada siapa kau bersandar.
Sabar bukan karena tak punya pilihan,
tapi karena kau percaya bahwa tergesa
tak akan mempercepat datangnya kebaikan.
Jaga hatimu—
bukan agar dunia menyayangimu,
tapi agar kau tak kehilangan arah
saat dunia memalingkan muka.
Jaga dirimu—
bukan untuk terlihat benar,
tapi agar kau tetap manusia di hadapan Tuhan,
Allah tidak menunggu kamu jadi sempurna
untuk mencintaimu.
Dia hanya ingin kamu tetap mengetuk,
meski tanganmu lelah.
Tetap melangkah,
meski jalanmu tak rata.
Tetap menyebut nama-Nya,
meski suaramu kadang hanya bisikan lirih.
Dan kelak, saat semua cahaya padam,
cinta-Nya akan menjadi satu-satunya
yang tetap menyala
dan memanggilmu pulang.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment