Skip to main content

Posts

Featured

Negeri di Simpang Abad

Negeri di Simpang Abad Di sebuah republik yang lama belajar berdiri di atas luka kolonial, kompromi elite, dan mimpi yang tak pernah benar-benar selesai, seorang pemimpin datang dengan bahasa ketegasan, dengan bayang-bayang sejarah, dengan janji tentang negara yang tak lagi gemetar di hadapan dunia. Maka rakyat pun memandang ke depan— ke jalan-jalan tambang yang memanjang ke pelabuhan, ke smelter yang menyala di malam tropis, ke peta-peta industri yang digambar dengan tangan penuh keyakinan. Negara ingin menjadi besar. Dan memang, abad ini hanya menghormati bangsa yang mampu mengorganisir kekuatan. ⸻ Koalisi dibangun seperti benteng raksasa. Parlemen menjadi lebih sunyi. Lawan-lawan perlahan berubah menjadi kawan meja makan. Stabilitas tumbuh seperti pohon besi. Tetapi sejarah berbisik pelan: Kekuasaan yang terlalu tenang sering kehilangan gema koreksi. Sebab demokrasi bukan hanya kemampuan memerintah, melainkan keberanian mendengar suara yang tidak menyenangkan. Dan negeri-negeri runt...

Latest Posts

Di Tanah yang Luka

Negara yang Kehilangan Cetak Birunya

Di Mana Orang-Orang Baik Bersembunyi?

Di Dalam Kereta Cepat, Aku Melihat Negeri

Siang di Beranda Lapangan Golf

Tuhan Menunggu di Dalam Tenang

Kembali ke Tanah: Kesunyian Seorang Penguasa yang Tuntas

Pagi yang Retak di Republik Ini

Syukur di Ujung Perjalanan

Bahagia yang Tidak Dikejar