”Badai Tak Pernah Abadi”

 ”Badai Tak Pernah Abadi”
 

Wahai engkau yang dadanya sesak oleh beban,
dikelilingi kabut dari segala arah:
anak yang tak kunjung tenang,
suami yang diselimuti cemas,
istri yang tak tahu harus bicara pada siapa,
pekerjaan yang menggantung di ujung teka-teki,
dan keluarga yang ditimpa musibah tanpa aba-aba…
 
Maka dengarlah bisikan para kekasih Tuhan,
yang tak pernah asing dari luka dan duka:
 
“Badai tak diturunkan untuk menenggelamkan,
tapi untuk mengajarkan arah pulang.”
 
Jangan buru-buru berkata:
“Mengapa semua datang bersamaan?”
Karena kadang,
Allah tak menguji satu hal,
tapi seluruh jiwamu,
agar kau kembali kepada-Nya
bukan setengah-setengah.
 
Maka jika air mata turun,
biarlah.
Karena itu cara ruhmu melepaskan debu yang menghalangi cahaya.
 
Jika engkau merasa lelah,
duduklah sejenak dalam diam.
Tapi jangan biarkan harapmu ikut rebah.
 
Para kekasih berkata:
“Jika semua pintu tertutup,
berarti Tuhan sedang menuntunmu
menuju pintu yang tak dibuat manusia.”
 
Anakmu yang sulit,
adalah ladang kesabaran yang ditanam di jiwamu.
Pasanganmu yang berubah,
adalah cermin tempat kau belajar mencintai tanpa syarat.
Musibah yang datang ke rumahmu,
adalah cara langit memintamu tinggal lebih lama dalam sujud.
Dan pekerjaan yang rapuh,
adalah ajakan halus untuk meletakkan sandaranmu hanya pada Allah.
 
Jangan takut pada runtuh,
karena dari puing-puing itulah
Allah bangunkan hatimu kembali,
dengan fondasi yang lebih kokoh,
dan cinta yang lebih dalam.
 
Biarlah dunia sementara gaduh,
asal batinmu tetap menyebut-Nya.
Biarlah malam terasa panjang,
asal engkau tahu:
fajar tetap akan datang,
dan cahaya-Nya tak pernah padam.
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts