”Bisikan Anggrek yang Gugur”

 ”Bisikan Anggrek yang Gugur”

 

Anggrek di sudut ruang,
sebulan lalu ia mekar—
hadiah ulang tahun,
dengan kelopaknya yang anggun,
menyimpan doa yang tak terucap.
 
Kini perlahan layu,
kelopak gugur satu demi satu,
seakan berbisik lembut:
segala yang indah pun kembali,
kepada Pemilik keindahan sejati.
 
Waktu berlari tanpa terasa,
hari berganti bulan,
musim berganti hati,
namun di tiap detik yang singkat
Allah menitipkan anugerah—
ada yang besar menenangkan,
ada yang kecil menguatkan,
semuanya menyalakan cahaya keluarga.
 
Kita belajar dari kelopak yang jatuh,
bahwa keindahan tak pernah hilang,
ia hanya berpulang,
menjadi kenangan yang menyuburkan jiwa.
 
Betapa banyak karunia terhampar:
nafas yang masih berulang,
tawa yang menghiasi rumah,
tangan yang saling menguatkan,
dan doa yang tak henti mengalir
dari hati yang penuh cinta.
 
Maka syukur harus tumbuh,
lebih kokoh daripada anggrek,
akar menghujam di dada,
daun meneduhkan jiwa,
bunga mekar dalam doa dan ridha.
 
Ya Rabb,
ajari kami mencintai karunia-Mu
sebelum ia gugur,
menghargai waktu
sebelum ia lenyap,
dan bersyukur tanpa henti
sebelum kami dipanggil pulang.
 
Sebab hidup ini hanyalah perjalanan,
dan setiap gugurnya bunga
adalah tanda lembut-Mu,
bahwa yang fana harus berlalu,
agar hati kembali rindu
kepada-Mu.
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts