”Cahaya Amanah di Langit Merdeka”

 ”Cahaya Amanah di Langit Merdeka”

 

Delapan puluh tahun cahaya menetes dari langit,
merasuk ke tanah yang dahulu basah oleh darah syuhada,
doa para ibu yang lirih di malam gelap,
dan takbir yang menegakkan hati
ketika bangsa ini memilih bangkit.
 
Inilah warisan yang kita genggam:
tanah yang utuh dalam ribuan pulau,
lidah yang menyatu dalam bahasa persatuan,
anak-anak yang bisa membaca doa dan buku,
jalan-jalan yang menembus hutan dan gunung,
dan martabat bangsa yang berdiri di hadapan dunia.
 
Namun amanah ini belum tuntas:
masih ada jeritan di lorong-lorong miskin,
masih ada tangan kotor yang menjual keadilan,
masih ada bumi yang merintih
karena rakusnya nafsu manusia.
 
Kemerdekaan adalah titipan suci,
bukan sekadar bendera dan lagu,
melainkan janji kepada Tuhan
bahwa darah yang tumpah tidak sia-sia.
 
Tugas kita adalah bekerja dengan jujur,
membuka sekolah bagi anak yang haus ilmu,
menguatkan hukum agar tidak roboh oleh uang,
menjaga alam sebagai amanah dari Sang Pencipta.
 
Namun di atas segalanya,
tugas kita adalah merendahkan diri di hadapan-Nya:
bersyukur atas nikmat negeri ini,
beristighfar atas khianat dan kelalaian,
berdoa agar hati pemimpin dan rakyat
dituntun kepada jalan yang lurus.
 
Delapan puluh tahun merdeka—
adalah tanda cinta-Nya yang besar.
Namun juga pengingat bahwa perjalanan belum usai.
Dengan hati yang jujur,
dengan kerja yang sungguh,
dan dengan doa yang tak pernah letih,
kita terus menyalakan api kemerdekaan
hingga cahaya ini menerangi
anak cucu di masa depan.
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts