"Dzikir yang Bernyawa"

 "Dzikir yang Bernyawa"
 
Ada yang menyebut Asma-Nya ribuan kali,
dengan biji tasbih berderak di ujung jari.
Namun hatinya tetap sunyi,
seperti sumur yang tak terisi air suci.
 
Ada pula yang hanya diam,
lidah tak berucap,
tapi dadanya bergemuruh—
karena setiap tarikan napasnya,
adalah rindu yang tak pernah putus.
 
Dzikir bukan hanya hitungan,
bukan pula gema suara semata,
tapi nyala cinta yang menyala di dalam dada—
yang membuat air mata jatuh,
tanpa tahu mengapa.
 
Sufi berkata,
“Ucapkan Nama-Nya bila perlu,
tapi rasakan Diri-Nya selalu.
Karena Tuhan tak hadir dalam bunyi,
melainkan dalam hati yang mencintai tanpa henti.”
 
Maka, berdzikirlah,
bukan agar terdengar,
tetapi agar tenggelam.
Bukan agar dihitung,
tapi agar dihitungkan—
di antara kekasih-kekasih-Nya
yang hanya mengenal satu kata:
Cinta.


ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts