“Hikmah dari Kotoran”

 “Hikmah dari Kotoran”

 

Kita kerap mencibir yang tampak hina,
menyingkirkan yang kotor dari jalan kita,
meludah pada yang tak bernilai di mata dunia —
padahal sering kali, di sanalah rahasia kebesaran-Nya bersembunyi.
 
Di sudut kandang yang sunyi,
terhampar butir-butir kecil tak dipandang mata,
kotor, bau, terhina —
namun dari sanalah kehidupan bermula.
 
Dari yang jijik tumbuh subur tunas hijau,
dari yang disingkirkan lahir bunga bermekaran,
dari yang diremehkan membuncah manisnya buah.
Siapa sangka, kehinaan jadi rahmat yang menyubur.
 
Begitulah rahasia Tuhan bekerja:
tiada yang sia-sia dalam ciptaan-Nya,
tiada yang hina dalam genggam kasih-Nya.
 
Janganlah engkau sombong pada yang tampak rendah,
jangan menghina yang tak berharga di mata dunia.
Sebab mungkin — justru di sanalah
tersembunyi pelajaran paling luhur tentang kehidupan:
bahwa kemuliaan sering berakar dari kerendahan,
dan cahaya sering lahir dari gelapnya tanah.
 
Maka tunduklah, hai jiwa,
belajarlah dari kotoran yang diam dan setia:
ia tak berteriak, tak menuntut pujian,
namun memberi hidup tanpa pamrih —
seperti kasih Tuhan,
yang menyuburkan segalanya dalam diam.
 
 

ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts