”Jalan Pulang Sang Insan”
”Jalan
Pulang Sang Insan”
Wahai jiwa yang bertanya…
Engkau dicipta bukan karena bumi kekurangan makhluk,
bukan karena langit tak punya penghuni,
tapi karena Tuhan ingin dicinta dan mencinta.
di antara denyut waktu dan desir nafas.
Diciptakanmu dari tanah,
agar kau rendah hati.
Ditiupkan ruh ke dadamu,
agar kau tahu:
ada cahaya langit
⸻
Lalu untuk apa engkau hidup?
Bukan untuk menumpuk dunia,
bukan untuk berlomba tinggi-tinggi,
tetapi untuk mengenal-Nya—
dan mengenal dirimu sendiri.
Kau diturunkan ke bumi,
bukan untuk menjadi penguasa
tapi penjaga.
Bukan untuk menghabiskan,
tapi untuk menyambung kehidupan.
Jalankan amanahmu dengan cinta,
karena setiap daun yang gugur,
setiap air yang mengalir,
setiap anak yang menangis—
adalah bagian dari dirimu.
⸻
Namun bila kau lupa,
dan menukar cahaya dengan gemerlap,
menukar kasih dengan kuasa,
kau pun akan tersesat…
Langit akan terasa jauh,
bumi pun tak lagi ramah.
Engkau akan mencari makna
di istana kosong,
dan mendengar gema kehampaan
di tengah sorak pujian.
Bila kau rusak dunia,
dunia akan mengembalikannya padamu.
Karena bumi hanya memantulkan
apa yang kau tanam.
⸻
Tapi ketahuilah—
meski engkau seribu kali jatuh,
pintu-Nya tak pernah dikunci.
Tuhanmu…
bukan Tuhan yang murka,
tetapi Tuhan yang rindu kepulanganmu.
Cukup satu langkah,
cukup satu linangan air mata,
dan cahaya itu akan datang lagi—
bukan dari luar,
tetapi dari dalam jiwamu sendiri.
⸻
Maka pulanglah…
bukan karena kau telah sempurna,
tapi karena kau telah lelah menjauh.
Tinggalkan kepongahanmu,
lepaskan beban dunia yang tak pernah cukup,
dan datanglah menghadap
seperti anak kecil yang kembali ke pelukan:
dengan kosong,
dengan pasrah,
dengan cinta.
Karena hakikat hidup ini bukan tentang memiliki,
tetapi tentang kembali—
kepada Dia
yang tak pernah berhenti
menunggumu pulang.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment