”Jejak Wibisana”
”Jejak Wibisana”
Di tanah Alengka, bayangan bergolak.
Istana bergetar oleh amarah.
Rahwana berpegang pada kuasa,
Wibisana berpegang pada nurani.
Darah menyeru untuk setia.
Dharma berbisik untuk jujur.
Di sanalah luka lahir,
di persimpangan tanpa jalan mudah.
Sang Adik
berkata: “Kembalikan Sinta.”
Namun suara hanyut, ditelan congkak.
Nasihat menjadi abu.
Kebenaran ditolak oleh kebutaan.
Wibisana tidak tunduk.
Ia tidak diam.
Ia memilih keluar,
meski pintu itu berarti perpisahan.
Apakah ia pengkhianat?
Ataukah ksatria dalam sunyi?
Sejarah menggugat,
namun cahaya meneguhkan.
Ia serahkan rahasia Alengka.
Ia bantu Rama menegakkan dharma.
Ia terima cacian,
tapi ia juga terima kebenaran.
Dan ketika perang berakhir,
angkara runtuh bersama Rahwana,
nama Wibisana tak lagi sekadar bayang,
melainkan tanda bahwa hati bisa menang.
⸻
Pada akhirnya,
yang berpihak pada dusta
akan runtuh bersama kebohongan.
Yang berpihak pada darah
akan lenyap bersama fana.
Namun yang berpihak pada nurani,
meski sendiri, meski disalahkan,
akan berdiri bersama dharma,
akan hidup bersama kebenaran,
akan abadi bersama cahaya.
ⒷⒽⓌ
Istana bergetar oleh amarah.
Rahwana berpegang pada kuasa,
Wibisana berpegang pada nurani.
Darah menyeru untuk setia.
Dharma berbisik untuk jujur.
Di sanalah luka lahir,
di persimpangan tanpa jalan mudah.
Sang Adik
berkata: “Kembalikan Sinta.”
Namun suara hanyut, ditelan congkak.
Nasihat menjadi abu.
Kebenaran ditolak oleh kebutaan.
Wibisana tidak tunduk.
Ia tidak diam.
Ia memilih keluar,
meski pintu itu berarti perpisahan.
Apakah ia pengkhianat?
Ataukah ksatria dalam sunyi?
Sejarah menggugat,
namun cahaya meneguhkan.
Ia serahkan rahasia Alengka.
Ia bantu Rama menegakkan dharma.
Ia terima cacian,
tapi ia juga terima kebenaran.
Dan ketika perang berakhir,
angkara runtuh bersama Rahwana,
nama Wibisana tak lagi sekadar bayang,
melainkan tanda bahwa hati bisa menang.
⸻
Pada akhirnya,
yang berpihak pada dusta
akan runtuh bersama kebohongan.
Yang berpihak pada darah
akan lenyap bersama fana.
Namun yang berpihak pada nurani,
meski sendiri, meski disalahkan,
akan berdiri bersama dharma,
akan hidup bersama kebenaran,
akan abadi bersama cahaya.
Comments
Post a Comment