"Kabinet Keringat"

 "Kabinet Keringat"
 

Kata mereka,
jika tak berkeringat di medan kemenangan,
jangan mengetuk pintu kabinet.
 
Seakan negeri ini
hanya milik mereka yang berteriak di podium,
atau yang menghitung langkah di rapat rahasia.
 
Tapi bukankah tanah air ini
dibangun juga oleh tangan yang tak ikut berarak,
oleh kepala yang menunduk di meja rancangan,
oleh hati yang bekerja dalam senyap
demi mimpi yang sama:
Indonesia yang tegak dan teduh?
 
Jika kursi hanya untuk balas budi,
maka negeri akan kehilangan
kursi bagi sang arsitek masa depan,
kursi bagi sang penyembuh luka bangsa,
kursi bagi sang penjaga nurani.
 
Keringat bukan hanya peluh kampanye,
ia bisa tetes di laboratorium,
di kelas sekolah pelosok,
atau di desa yang tak pernah dikunjungi panggung politik.
 
Pemimpin sejati memilih bukan dari bendera yang dipegang,
tapi dari cahaya yang dibawa.
 
Karena yang kita butuhkan
bukan kabinet keringat musim pemilu,
tapi kabinet pikiran, hati, dan keberanian
untuk memimpin semua —
bahkan mereka yang tak ikut berarak.
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts