”Menteri Baru dan Timbangan Hati”
”Menteri Baru dan Timbangan Hati”
Ilmu boleh setinggi langit,
kata bisa setajam pedang,
namun tanpa kasih dan rendah hati,
semua menjadi bayang-bayang.
Rakyatmu bukan angka di kertas,
bukan grafik naik-turun semata,
mereka adalah jiwa yang bernapas,
dengan harap, dengan luka, dengan cinta.
Wahai pengemban amanah negeri,
ingatlah: kuasa hanyalah titipan,
ujian sejati bukan pada cerdasnya teori,
tapi sejauh mana engkau menenangkan beban.
Jika lidahmu melukai,
biarlah hatimu belajar mengobati,
jika sombong menutup telinga,
biarlah doa rakyat membuka mata.
Ekonomi negeri bukan sekadar rumus,
ia denyut nadi ibu yang resah,
ia peluh petani di bawah terik,
ia doa anak-anak yang ingin sekolah.
Maka rendahkanlah hati di hadapan langit,
belajarlah mendengar sebelum berbicara,
sebab seorang pemimpin sejati,
tak hanya pandai, tapi juga mengasihi.
Semoga engkau temukan jalan bening,
di mana angka berpadu dengan welas asih,
dan negeri ini, yang kini perih,
menjadi taman harapan yang kembali berseri.
ⒷⒽⓌ
kata bisa setajam pedang,
namun tanpa kasih dan rendah hati,
semua menjadi bayang-bayang.
Rakyatmu bukan angka di kertas,
bukan grafik naik-turun semata,
mereka adalah jiwa yang bernapas,
dengan harap, dengan luka, dengan cinta.
Wahai pengemban amanah negeri,
ingatlah: kuasa hanyalah titipan,
ujian sejati bukan pada cerdasnya teori,
tapi sejauh mana engkau menenangkan beban.
Jika lidahmu melukai,
biarlah hatimu belajar mengobati,
jika sombong menutup telinga,
biarlah doa rakyat membuka mata.
Ekonomi negeri bukan sekadar rumus,
ia denyut nadi ibu yang resah,
ia peluh petani di bawah terik,
ia doa anak-anak yang ingin sekolah.
Maka rendahkanlah hati di hadapan langit,
belajarlah mendengar sebelum berbicara,
sebab seorang pemimpin sejati,
tak hanya pandai, tapi juga mengasihi.
Semoga engkau temukan jalan bening,
di mana angka berpadu dengan welas asih,
dan negeri ini, yang kini perih,
menjadi taman harapan yang kembali berseri.
Comments
Post a Comment