”Pemimpin yang Dititipkan Langit”

 ”Pemimpin yang Dititipkan Langit”
 

Wahai jiwa yang berjalan di bumi,
jangan kau kira hanya raja yang memimpin,
hanya pejabat yang dipanggil untuk bertanggung jawab.
 
Setiap hembusan nafasmu adalah titipan,
setiap langkahmu adalah arah,
setiap bisikan hatimu adalah keputusan
yang disaksikan oleh langit dan ditulis oleh malaikat.
 
Engkau pemimpin
atas pandanganmu,
atas kata-katamu,
atas gelisah dan tenang dalam jiwamu.
Dan bila ada satu saja jiwa lain yang bersandar padamu,
engkau pun memikul cahaya bagi mereka,
dan beban amanahmu bertambah di mata Tuhan.
 

 
Tak perlu mahkota untuk menjadi pemimpin.
Cukup bila engkau sadar:
segala yang dipercayakan padamu—
akan kembali ditagih,
dengan adil dan tanpa jeda,
di hari ketika tak ada ruang untuk berdalih.
 
Jagalah yang dititipkan,
karena yang kau abaikan hari ini
bisa menjadi saksi atas kelalaianmu esok hari.
 

 
Waspadalah…
godaan tak selalu berupa harta dan kursi kekuasaan.
Ia menyelinap dalam tepuk tangan,
menyamar dalam pujian yang memabukkan,
dalam keinginan kecil untuk diistimewakan.
Dan tanpa kau sadari,
ia mengikis keikhlasanmu sedikit demi sedikit—
hingga tugas berubah jadi kebanggaan,
dan amanah berubah jadi kesombongan.
 
Jangan kau tukar ridha Tuhan
dengan sorak manusia.
Karena yang gemerlap hari ini,
akan menjadi abu di hari perhitungan.
 

 
Ingatlah…
semakin tinggi kedudukanmu,
semakin dalam pertanggungjawabanmu.
Semakin besar amanahmu,
semakin sunyi hisabmu di hadapan-Nya.
 
Maka pimpinlah dengan takut,
bukan kepada manusia,
tapi kepada Dia yang mempercayakan segalanya kepadamu.
 

 
Dan jika kau mampu menjaga yang kecil,
menunaikan yang tersembunyi,
maka langit akan mencatatmu
sebagai pemimpin yang benar.
 
Bukan karena pangkatmu,
tapi karena kejujuranmu.
Bukan karena kekuasaanmu,
tapi karena engkau setia pada yang tak terlihat.
 
Kelak, saat segalanya ditanggalkan,
engkau akan menghadap Tuhan—
bukan membawa nama besar,
tapi membawa jiwa yang tak mengkhianati
apa yang telah dititipkan,
dengan cinta…
dan dengan rasa takut yang penuh harap.
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts