”Saat Segalanya Tampak Tenang”

 ”Saat Segalanya Tampak Tenang”
 

Ketika langkah tak lagi terburu,
Dan waktu tersenyum dari balik jendela,
Ketika meja makan tak lagi ramai keluhan,
Melainkan tawa anak-anak yang telah menjadi dewasa.
 
Ketika harta tak lagi dicari,
Melainkan diberi arti,
Ketika pagi bukan lagi perjuangan,
Melainkan perenungan tentang rasa syukur yang dalam.
 
Namun tahukah engkau?
Damai bukan akhir dari cerita,
Ia hanyalah lembar sunyi
Tempat Tuhan menuliskan bab baru—tanpa suara.
 
Sebab ujian-Nya bukan hanya badai,
Kadang Ia datang dalam bentuk hari-hari yang terlalu tenang,
Dalam bentuk waktu luang yang kosong makna,
Dalam bentuk tanya kecil:
“Apa lagi yang kau cari setelah semua tersedia?”
 
Maka jaga hatimu, seperti taman,
Disiram dengan syukur, ditata dengan makna,
Taburkan benih cinta pada yang membutuhkan,
Biarkan kelembutan tumbuh—tanpa alasan.
 
Dan bila ujian datang,
Entah lewat kehilangan, atau rasa sepi tak bernama,
Peluklah ia seperti sahabat lama,
Karena Tuhan tak pernah berniat menyakitimu,
Hanya ingin kau lebih dekat dari sebelumnya.
 
Hidup bukan tentang selesai,
Tapi tentang terus menjadi:
Menjadi terang, menjadi teduh,
Menjadi rumah bagi jiwa-jiwa yang lelah.
 
 

ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts