”Sakit Mengajarkanku”

 ”Sakit Mengajarkanku”

 

Di ranjang sunyi, aku terbaring.
Tubuh tak kuasa, jiwa pun ringkih.
Baru kutahu: sehat adalah mahkota,
yang hanya terlihat
oleh mereka yang sakit.
 
Setiap nyeri menusuk seperti pisau,
mengupas lapis-lapis kesombongan.
Setiap letih menyeretku,
mengingatkanku:
aku hanyalah debu yang lemah.
 
Orang sehat berjalan ringan,
aku hanya mampu menatap.
Dan dari tatapan itu,
aku belajar:
nikmat terbesar sering diabaikan,
hingga Allah merenggutnya,
agar kita sadar.
 
Tapi di balik perih ini,
ada bisikan lembut:
“Bersabarlah… Aku dekat.”
 
Ya Allah,
sakit ini membakar dosa-dosaku,
air mataku Kau hitung sebagai doa,
dan kesepianku Kau isi dengan kehadiran-Mu.
 
Aku terbaring,
tapi hatiku berdiri.
Aku sendiri,
tapi Engkau menemani.
Aku rapuh,
tapi cinta-Mu menguatkan.
 
Maka biarlah sakit ini,
menjadi cambuk yang menggigit,
membangunkanku dari lalai,
mendekatkanku kepada-Mu,
dan meneguhkan langkahku
untuk mencintai hidup yang tersisa.
 
Karena aku tahu kini:
Sehat itu hadiah,
sakit itu peringatan,
dan bersama Allah,
tiada kesendirian.
 
 

ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts