”Sedekah yang Tak Pernah Salah Jalan”
”Sedekah yang Tak Pernah Salah Jalan”
Sedekah…
Adalah bahasa langit yang turun ke bumi
Ia tidak bersuara, namun menggema dalam hati
Ia tak menuntut, tapi memerdekakan
Ia tak memilih siapa, tapi memilih dari cinta
Dalam sepi, ia hadir seperti embun
Yang tak terlihat jatuh, tapi terasa segar di pagi
Dalam ramai, ia tak menyombong
Karena tahu: tangan kanan memberi, tangan kiri pun tak perlu tahu lagi
Betapa indah jalan sedekah
Seperti aliran air ke tanah gersang
Menghidupkan jiwa yang lelah
Melembutkan hati yang hampir hilang
Mungkin… di persimpangan itu
Ada tangan yang pura-pura luka
Ada yang menghiba sandiwara
Ada wajah yang belajar tangis dari cermin
Tapi biarlah…
Itu bukan urusan kita sepenuhnya
Kita memberi karena Tuhan tahu niatnya
Bukan karena dunia menghakimi jalannya
Jika ada satu dua bunga kepalsuan
Biarkan saja mekar dan gugur pada waktunya
Karena taman kebaikan tak sepi
Hanya karena belalang singgah sebentar
Jangan tahan tangan karena takut
Jangan bekukan hati karena pernah tertipu
Lebih baik tertipu dalam kebaikan
Daripada kikir dalam keraguan
Sedekah bukan soal siapa yang menerima
Tapi siapa yang memberi dengan cinta
Ia yang memberi bukan karena iba
Tapi karena jiwa ingin lebih ringan menuju cahaya
Maka teruslah memberi, meski diam-diam
Teruslah memberi, meski tak ada ucapan terima kasih
Teruslah memberi, karena itulah kita—
Manusia yang sedang belajar menjadi cahaya.
ⒷⒽⓌ
Sedekah…
Adalah bahasa langit yang turun ke bumi
Ia tidak bersuara, namun menggema dalam hati
Ia tak menuntut, tapi memerdekakan
Ia tak memilih siapa, tapi memilih dari cinta
Dalam sepi, ia hadir seperti embun
Yang tak terlihat jatuh, tapi terasa segar di pagi
Dalam ramai, ia tak menyombong
Karena tahu: tangan kanan memberi, tangan kiri pun tak perlu tahu lagi
Betapa indah jalan sedekah
Seperti aliran air ke tanah gersang
Menghidupkan jiwa yang lelah
Melembutkan hati yang hampir hilang
Mungkin… di persimpangan itu
Ada tangan yang pura-pura luka
Ada yang menghiba sandiwara
Ada wajah yang belajar tangis dari cermin
Tapi biarlah…
Itu bukan urusan kita sepenuhnya
Kita memberi karena Tuhan tahu niatnya
Bukan karena dunia menghakimi jalannya
Jika ada satu dua bunga kepalsuan
Biarkan saja mekar dan gugur pada waktunya
Karena taman kebaikan tak sepi
Hanya karena belalang singgah sebentar
Jangan tahan tangan karena takut
Jangan bekukan hati karena pernah tertipu
Lebih baik tertipu dalam kebaikan
Daripada kikir dalam keraguan
Sedekah bukan soal siapa yang menerima
Tapi siapa yang memberi dengan cinta
Ia yang memberi bukan karena iba
Tapi karena jiwa ingin lebih ringan menuju cahaya
Maka teruslah memberi, meski diam-diam
Teruslah memberi, meski tak ada ucapan terima kasih
Teruslah memberi, karena itulah kita—
Manusia yang sedang belajar menjadi cahaya.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment