”Senandung Minggu Pagi”

 ”Senandung Minggu Pagi”

 

Di beranda samping rumah,
matahari menebar senyum hangat,
angin lembut menyibak dedaun,
dan jemari memetik ukulele,
menyanyikan lagu gembira bersama semesta.
 
Burung-burung datang berkerumun,
sayapnya menulis puisi di udara,
kicau mereka bagai tasbih riang,
memuji Sang Pencipta yang Maha Pemurah.
Setiap butir remah yang mereka temukan,
adalah hadiah kecil dari langit,
tanda kasih-Nya yang tak pernah putus.
 
Aku duduk sederhana,
menikmati kue kecil rahmat hidup,
menyeruput tenang pagi,
dan membiarkan jiwa larut dalam syukur.
Tiada harta lebih indah
selain damai yang mengalir di dada,
tiada cahaya lebih agung
selain kesadaran akan kasih-Nya.
 
Alam mengajarkan rendah hati,
bahwa manusia hanyalah sebutir debu
dalam lautan cahaya-Nya,
namun cukup berharga untuk dicintai.
Gunung berdiri, laut bernafas,
awan berjalan dalam takdir-Nya,
dan aku, hanya satu insan kecil
yang ikut bernyanyi dalam harmoni semesta.
 
Minggu pagi ini kutemukan kebenaran:
kebahagiaan bukan pada besarnya dunia,
tetapi pada ketulusan hati
yang melihat jejak Allah
dalam hal-hal kecil sehari-hari.
 
Di antara senar ukulele,
kicau burung, dan sinar mentari,
aku belajar:
hidup adalah syair,
dan setiap nafas
adalah doa yang kembali kepada-Nya.
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts