“Setelah Pulang, Masihkah Kita Menuju?”

 “Setelah Pulang, Masihkah Kita Menuju?”
 
Sudah berlalu hari-hari di Tanah Suci.
Ka’bah telah ditinggalkan,
cuaca panas tinggal dalam ingatan,
lantunan talbiyah menjadi gema di ruang batin yang tenang
 
Kini, langkah kembali ke bumi yang biasa,
ke rumah yang menanti,
ke jalanan yang tak tahu
bahwa jiwa ini pernah luluh di depan Multazam
 
Namun… masihkah hati tetap sama?
Masihkah Allah yang dicari
di tengah rapat, rezeki yang naik-turun,
dan dunia yang terus bergerak tanpa peduli?
 
Dulu, engkau menahan letih di Mina
menunggu malam dalam dingin dan sabar
Kini—masihkah sabar itu hadir
saat rejeki tertunda, saat ucapan orang menyakitkan,
saat kecewa tak bisa disalahkan?
 
Engkau pernah mengunjungi Raudah
dengan linangan air mata yang tak perlu disaksikan siapa pun.
Kini—masihkah kelembutan itu tinggal
dalam kata-kata, dalam sikap pada sesama?
 
Haji mabrur, sabda Rasulullah,
tidak dibalas kecuali dengan surga
Namun surga tidak tampak dari sebutan di depan nama,
atau dari oleh-oleh yang dibagikan.
Surga tampak dari tangan yang makin ringan menolong,
dari lisan yang makin jujur dan menyejukkan,
dari hati yang tak mudah tersinggung,
dan lebih mudah memaafkan
 
Ia terlihat
dari salat yang tak lagi ditunda,
dari sedekah yang tak lagi perlu ditunggu,
dari pilihan untuk diam ketika marah,
dan memilih jujur meski rugi di awal.
 
Ia tumbuh
bukan hanya di hadapan Ka’bah,
tetapi dalam rumah sendiri,
dalam cara berbicara pada pasangan,
dalam cara menegur anak dengan kasih,
dalam cara menghormati orang kecil tanpa pamrih.
 
Mabrur bukan sekadar cerita masa lalu.
Ia hidup dalam laku,
dalam keputusan-keputusan kecil
yang tak pernah viral,
namun selalu dirindukan langit
 
Jika ada perubahan—meski perlahan.
Jika ada kelembutan—meski sederhana.
Jika ada keberanian menolak yang haram
walau sebelumnya sempat biasa.
Maka, insya Allah…
mabrur itu sedang tumbuh dalam diam.
 

 
Mari kita bertanya, tanpa menunjuk siapa-siapa:
Setelah haji… apakah diri ini benar-benar pulang?
Atau baru saja singgah, lalu kembali seperti sedia kala?
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts