“Tanah Ini Milik-Nya”
“Tanah Ini Milik-Nya”
Di atas tanah retak-retak ini,
manusia berdagang kebenaran,
menjual keadilan di persimpangan,
dan menyuap nurani agar diam.
Rakyat berteriak dari kolong jembatan,
sementara yang di gedung megah hanya diam;
politik jadi panggung sandiwara,
dan topeng dipakai agar tampil budiman.
Namun heran…
negari ini tak tumbang.
Nafas ekonomi tetap berdetak,
pasar-pasar tetap riuh,
petani tetap menanam,
laut tetap memberi ikan.
Apakah ini berkah?
Ataukah semata-mata,
tanah ini sudah disematkan
oleh tangan-Nya yang tak tidur,
yang menjaga meski kami tak layak dijaga?
Karena bagaimana mungkin,
sebuah bangsa yang sering tak jujur
masih bisa tumbuh pohon dan bunga,
masih bisa lahir anak-anak cerdas
dari sekolah yang hampir roboh?
Barangkali tanah ini bukan sekadar tempat,
melainkan amanah.
Tanah ini bukan milik kita,
tapi milik-Nya,
yang sabar menunggu kita dewasa.
Dan selama masih ada
satu hati yang jujur,
satu suara yang tak bisa dibeli,
satu tangan yang menanam,
maka negeri ini tak akan runtuh.
⸻
Tanah ini bukan kuat karena kita,
bukan jaya karena kuasa dan harta.
Tanah ini tetap kokoh meski kita lalai,
karena Tuhan belum menyerah
pada bangsa yang terus Dia cinta.
ⒷⒽⓌ
Di atas tanah retak-retak ini,
manusia berdagang kebenaran,
menjual keadilan di persimpangan,
dan menyuap nurani agar diam.
Rakyat berteriak dari kolong jembatan,
sementara yang di gedung megah hanya diam;
politik jadi panggung sandiwara,
dan topeng dipakai agar tampil budiman.
Namun heran…
negari ini tak tumbang.
Nafas ekonomi tetap berdetak,
pasar-pasar tetap riuh,
petani tetap menanam,
laut tetap memberi ikan.
Apakah ini berkah?
Ataukah semata-mata,
tanah ini sudah disematkan
oleh tangan-Nya yang tak tidur,
yang menjaga meski kami tak layak dijaga?
Karena bagaimana mungkin,
sebuah bangsa yang sering tak jujur
masih bisa tumbuh pohon dan bunga,
masih bisa lahir anak-anak cerdas
dari sekolah yang hampir roboh?
Barangkali tanah ini bukan sekadar tempat,
melainkan amanah.
Tanah ini bukan milik kita,
tapi milik-Nya,
yang sabar menunggu kita dewasa.
Dan selama masih ada
satu hati yang jujur,
satu suara yang tak bisa dibeli,
satu tangan yang menanam,
maka negeri ini tak akan runtuh.
⸻
Tanah ini bukan kuat karena kita,
bukan jaya karena kuasa dan harta.
Tanah ini tetap kokoh meski kita lalai,
karena Tuhan belum menyerah
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment