“Tinta Api di Kain Ibu Pertiwi”

 “Tinta Api di Kain Ibu Pertiwi”

Saatnya Menyulam Masa Depan Batik

 
Di atas sehelai kain sunyi
terlukis kisah panjang negeri —
tentang tangan-tangan sabar yang menorehkan makna
dari panasnya malam, dari nyala jiwa.
 
Batik bukan sekadar rupa,
ia bahasa yang tak bersuara
mengisahkan cinta, perang, doa,
dan jejak peradaban yang tak sirna.
 
Setiap garisnya adalah jalan pulang
ke akar yang merangkul identitas,
setiap motifnya adalah nasihat bijak
dari leluhur yang menjaga martabat.
 
Namun kini, angin zaman bertiup deras:
makna digerus pasar yang serba cepat,
ruh budaya tertutup kain cetak pabrik,
dan tangan-tangan tua menua dalam sepi.
 
Anak negeri kadang lupa
bahwa batik bukan hanya pakaian
tetapi ruh yang menyatukan kita
dari Sabang hingga Merauke, dari masa lalu ke masa depan.
 
Maka bangunlah, wahai generasi muda!
Bangkitkan kembali bara di tungku tradisi,
belajarlah bahasa motif dan maknanya,
jadilah jembatan antara warisan dan inovasi.
 
Torehkanlah ide-ide segar di atas kain tua
bukan untuk menghapus masa silam,
tetapi untuk membuatnya terus hidup
di mata dunia yang terus berubah.
 
Biarlah batik menjadi pelangi yang abadi —
dilukis oleh cinta, dijaga oleh nurani,
dan diwariskan oleh tangan-tangan muda
yang tak lelah menyuburkan akar bumi pertiwi.
 
 
ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts