”Bulan Separuh di Pantai Losari”


 ”Bulan Separuh di Pantai Losari”


Bulan separuh menggantung di jendela langit,
seperti rahasia yang tak selesai diucapkan malam.
Cahayanya menetes ke laut,
membentuk jalan perak menuju hati yang diam.

Di bawahnya, ombak berbisik lirih—
menyebut nama yang mungkin sudah lama terlupa.
Tonggeret bernyanyi dari kegelapan pohon,
seperti doa kuno yang tak pernah usai dipanjatkan.

Angin laut menyentuh jiwa perlahan,
membuka pintu-pintu sunyi di dada.
Ada rindu yang tidak bernama,
menyala lembut di antara lampu-lampu redup.

Kau mungkin tak di sini,
tapi setiap kilau bulan adalah tatapanmu.
Setiap desir angin adalah napasmu,
dan setiap riak ombak adalah langkahmu menuju aku.

Malam ini bukan sekadar malam—
ia adalah altar dari kesunyian dan kenangan,
tempat ruh dan cinta berpelukan tanpa tubuh,
dan waktu berhenti hanya untuk menyaksikan kita
menjadi satu di dalam cahaya separuh bulan.


ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts