Menunggang Ombak Waktu (II)
“Menunggang Ombak Waktu (II)”
— Samudra di Dalam Diri
Ada saatnya ombak mereda,
bukan karena laut berhenti bernafas,
melainkan karena jiwa mulai paham
bahwa setiap gelombang adalah denyut kehidupan.
bukan karena laut berhenti bernafas,
melainkan karena jiwa mulai paham
bahwa setiap gelombang adalah denyut kehidupan.
Kita tak lagi sibuk melawan arah,
tak lagi menuding badai sebagai musuh,
karena telah tahu —
angin pun tunduk pada hukum keseimbangan.
tak lagi menuding badai sebagai musuh,
karena telah tahu —
angin pun tunduk pada hukum keseimbangan.
Kini yang kita dengar bukan lagi riuh ombak,
melainkan bisikan lembut di dasar hati:
“Jangan takut pada perubahan,
karena engkau pun adalah bagian dari arus itu.”
melainkan bisikan lembut di dasar hati:
“Jangan takut pada perubahan,
karena engkau pun adalah bagian dari arus itu.”
Di sana, waktu bukan lagi ancaman,
melainkan sahabat yang menuntun perlahan,
membawa kita dari keakuan menuju kepasrahan,
dari ingin menguasai menjadi rela mengalir.
melainkan sahabat yang menuntun perlahan,
membawa kita dari keakuan menuju kepasrahan,
dari ingin menguasai menjadi rela mengalir.
Kita belajar memandang dunia
seperti nelayan tua memandang cakrawala:
dengan mata teduh,
karena telah mengenal laut dan dirinya sendiri.
seperti nelayan tua memandang cakrawala:
dengan mata teduh,
karena telah mengenal laut dan dirinya sendiri.
Sebab hidup sejatinya bukan perjalanan keluar,
melainkan pulang —
menyelam ke samudra di dalam diri,
di mana setiap ombak berubah menjadi cahaya,
dan setiap luka memantulkan kebijaksanaan.
melainkan pulang —
menyelam ke samudra di dalam diri,
di mana setiap ombak berubah menjadi cahaya,
dan setiap luka memantulkan kebijaksanaan.
Maka bila esok datang badai lagi,
kita tersenyum.
Karena kini kita tahu,
ombak bukan untuk ditakuti —
melainkan untuk ditunggangi,
sebagai jalan pulang menuju keheningan.
kita tersenyum.
Karena kini kita tahu,
ombak bukan untuk ditakuti —
melainkan untuk ditunggangi,
sebagai jalan pulang menuju keheningan.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment