Negara di Balik Riasan
”Negara di Balik Riasan”
— Hukum, Kekuasaan dan Pencitraan
— Hukum, Kekuasaan dan Pencitraan
Negeri ini tampak ayu di permukaan:
bersolek dengan tayangan penegakan hukum,
lengkap dengan miliaran bahkan triliunan uang kertas yang dipamerkan—
uang yang rupanya bukan rampasan,
melainkan pinjaman yang dijadikan ilusi.
Hukum ditampilkan seperti panggung sandiwara,
di mana yang lemah selalu jadi pemeran utama,
dan yang berkuasa duduk aman di balik layar.
Ada yang dibidik, ada yang dibiarkan;
ada yang diseret, ada yang disanjung.
Tebang pilih menjadi rahasia umum
di mana yang lemah selalu jadi pemeran utama,
dan yang berkuasa duduk aman di balik layar.
Ada yang dibidik, ada yang dibiarkan;
ada yang diseret, ada yang disanjung.
Tebang pilih menjadi rahasia umum
yang tak lagi mampu ditutupi bedak kekuasaan.
Namun di balik segala riasan itu,
aku percaya ada mata Yang Maha Melihat
yang tak bisa diperdaya oleh sorotan kamera.
Ada catatan yang tak bisa dihapus oleh tangan manusia,
aku percaya ada mata Yang Maha Melihat
yang tak bisa diperdaya oleh sorotan kamera.
Ada catatan yang tak bisa dihapus oleh tangan manusia,
dan ada keadilan yang tak dapat dibeli
walau dengan lembaran-lembaran yang dipinjamkan.
walau dengan lembaran-lembaran yang dipinjamkan.
Wahai negeri,
jangan jadikan hukum sebagai perhiasan,
jangan jadikan kekuasaan sebagai cermin palsu.
Sebab wajah yang dirias tanpa kejujuran
akan luntur oleh waktu dan doa orang-orang tertindas.
jangan jadikan hukum sebagai perhiasan,
jangan jadikan kekuasaan sebagai cermin palsu.
Sebab wajah yang dirias tanpa kejujuran
akan luntur oleh waktu dan doa orang-orang tertindas.
Bangkitlah—
bukan demi sorotan kamera,
melainkan demi amanah yang suatu hari
akan kembali ditagih oleh sejarah dan langit.
bukan demi sorotan kamera,
melainkan demi amanah yang suatu hari
akan kembali ditagih oleh sejarah dan langit.
Bersihkan hukum dari kepentingan,
tegakkan keadilan tanpa memilih wajah,
dan biarkan kebenaran berdiri tanpa perlu dipoles.
tegakkan keadilan tanpa memilih wajah,
dan biarkan kebenaran berdiri tanpa perlu dipoles.
Sebab ketika topeng kekuasaan akhirnya dilepas,
yang tinggal hanyalah hati yang jujur
atau hati yang meninggalkan luka.
yang tinggal hanyalah hati yang jujur
atau hati yang meninggalkan luka.
Semoga engkau memilih jalan
yang membuat rakyat tenang,
pemimpin menjadi manusia,
dan negeri ini kembali bertumpu
pada cahaya kejujuran
yang tidak pernah bisa dipadamkan.
yang membuat rakyat tenang,
pemimpin menjadi manusia,
dan negeri ini kembali bertumpu
pada cahaya kejujuran
yang tidak pernah bisa dipadamkan.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment