Para Pembelok Terang

 “Para Pembelok Terang”
Putusan MK tentang Anggota Polri di Jabatan Sipil.

Di halaman hukum yang semestinya bening,
putusan itu telah turun
seperti batu yang jatuh lurus ke dasar sumur—
tegas, padat,
tak memberi ruang bagi bayang-bayang untuk bersilat kata.

Namun dari sudut-sudut kekuasaan,
muncul para petualang kepentingan:
mereka berjalan ringan dengan hati berat,
menjinjing kantong ambisi,
menggesek-gesek makna yang sudah selesai
seolah terang bisa diganti dengan kerlip palsu.

Mereka tahu kalimat itu expressis verbis,
seterang pagi yang menolak ditutupi awan,
cetho welo-welo;
namun tetap saja mereka meraba-raba huruf
seperti penjudi mengocok kartu—
berharap ada celah yang bisa dibeli,
atau sudut yang bisa dipelintir menjadi dalih.

Mereka datang dengan bahasa “nasihat”,
tapi niatnya membelokkan garis.
Mereka menyebut diri “pakar”,
padahal hanya pelancong yang mencari teduh
di bawah rindang kepentingan sendiri.
Tafsir dijadikan jubah,
dipakai longgar,
agar dapat disesuaikan dengan arah angin jabatan.

Wahai para pembelok terang,
jejakmu berbau logam ambisi;
langkahmu meninggalkan retakan kecil
di lantai kejujuran yang sudah lama rapuh.

Kalian tidak mencuri pasal,
tapi mencuri martabat hukum—
lebih senyap, lebih licik.

Namun ingatlah,
terang yang coba kalian belokkan
tidak pernah kehilangan rumahnya.
Ia hanya menunggu
ketika ruang kembali sunyi,
ketika suara kepentingan berhenti meracau,
ketika manusia akhirnya lelah
mengkhianati nurani sendiri.

Pada waktu itu,
putusan itu akan berdiri tegak
seperti batu suci yang tak dapat digeser tangan gentar.
Dan bangsa ini akan menyadari
bahwa perubahan besar
bukan lahir dari seribu retorika,
melainkan dari satu keberanian sederhana:
berhenti berkelit
dan memilih berpihak pada kebenaran yang gamblang.

Sebab spiritualitas bukanlah langit yang jauh,
melainkan keberanian menatap hukum
tanpa kaca bengkok tafsir pribadi.
Dan barangsiapa tak sanggup melakukannya
akan selalu tampak
seperti apa adanya—
petualang yang tersesat
di dalam labirin ambisinya sendiri.


ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts