Ketika Seorang Sahabat Pulang

 ”Ketika Seorang Sahabat Pulang”


Seorang sahabat telah pulang,
tanpa gaduh, tanpa isyarat panjang,
hanya sunyi yang tinggal
dan doa yang bergetar di dada.

Kenangan berjalan kembali,
tawa yang dulu sederhana,
nasihat yang tak sempat diulang,
dan diam yang kini lebih bermakna
dari seribu kata.

Kematian tak bertanya usia,
tak menawar rencana,
ia datang sebagai janji
yang pasti ditepati.
Tua atau muda,
semua hanyalah penumpang
menuju waktu pulang.

Dunia hanyalah persinggahan,
tempat kita menanam atau lalai,
tempat amal disemai
dan akhlak diuji
dalam hal-hal kecil
yang sering kita abaikan.

Ketika kelak langkah terhenti,
tak ada harta yang ikut menemani,
tak ada nama yang bisa menolong,
kecuali sujud yang tulus,
amal yang jujur,
dan hati yang bersih
dari dengki dan angkuh.

Wahai jiwa,
jangan menunda kebaikan,
sebab esok belum tentu milik kita.
Ringankan tangan untuk memberi,
lembutkan lisan untuk menasihati,
luaskan sabar,
dan rapikan niat
hanya karena Ilahi.

Untuk sahabat yang telah mendahului,
kami titipkan doa
pada langit yang tak pernah lalai:
ampuni khilafnya,
terima amalnya,
lapangkan kuburnya,
dan jadikan ia cahaya
di alam yang baru.

Dan untuk kami yang masih diberi waktu,
bangunkan hati kami
dari lalai yang panjang,
bimbing langkah kami
hingga akhir perjalanan,
agar saat dipanggil pulang nanti,
kami datang dengan senyum pasrah
dan bekal yang cukup.

Ya Allah,
karuniakan kami khusnul khatimah,
hidup yang bermakna,
dan akhir yang indah
dalam ridha-Mu.


ⒷⒽⓌ


Comments

Popular Posts