Menjaga Arah Negeri
”Menjaga Arah Negeri”
Hari-hari berlalu
dan Indonesia terus melangkah,
di tengah riuh kata-kata
yang sering lebih cepat
daripada kesediaan untuk mendengar.
Banyak suara bersilang,
namun makna kerap tertinggal
di ruang yang tak disinggahi.
Politik, yang seharusnya menjadi jembatan,
terlalu sering berubah menjadi gema.
Ia berputar di lingkaran sempit kepentingan,
sementara rakyat menunggu
di tepi yang jarang disapa.
Ketika suara jujur hadir dari bawah,
ia terasa mengganggu—
bukan karena keliru,
melainkan karena mereka
menuntut keterbukaan.
Kita menyaksikan kekuasaan
kehilangan kebiasaan paling penting:
mendengar.
Mata terbuka namun tak sungguh melihat,
telinga ada namun enggan menerima,
dan keyakinan diri tumbuh
tanpa keseimbangan kebijaksanaan.
Di sanalah kesombongan menjadi sunyi,
namun berpengaruh.
Padahal negeri ini
tidak pernah dibangun oleh keangkuhan.
Ia tumbuh dari kerja yang sabar,
akal yang jernih,
dan rakyat yang setia menjaga nalar
meski tak selalu diperhatikan.
Ke depan, harapan memerlukan arah.
Bukan sekadar pergantian wajah,
melainkan pembaruan cara berpikir.
Kekuasaan yang berani belajar,
rakyat yang dewasa bersuara—
kritis tanpa mencela,
tegas tanpa kehilangan adab.
Langkahnya sederhana,
namun menuntut konsistensi:
mendengar sebelum memutuskan,
mengukur kebijakan pada kenyataan,
dan menempatkan kepentingan bersama
di atas kepentingan sesaat.
Indonesia akan aman
ketika hukum berdiri setara.
Akan sejahtera
ketika kerja dihargai dengan adil.
Akan tenang
ketika kritik dipandang
sebagai tanda kepedulian,
bukan gangguan.
Perubahan tidak selalu datang
dalam dentum besar.
Ia sering tumbuh
dari keputusan kecil yang jujur,
dari keberanian menjaga etika,
dan dari kesetiaan
pada kebenaran yang tenang.
Negeri ini tidak kekurangan harapan.
Yang terus perlu dijaga
adalah kejernihan,
kesediaan untuk mendengar,
dan kerendahan hati
untuk memperbaiki arah.
Di sanalah masa depan bisa dirawat—
bukan dengan kegaduhan,
melainkan dengan kebijaksanaan
yang bekerja
dalam diam
dan konsisten.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment