Hari 1 – Niat dan Kesadaran Kembali kepada Allah

 FASE I — MENYUCIKAN NIAT & JIWA

Awal perjalanan: sadar, niat, dan kembali


Hari 1 – Niat dan Kesadaran Kembali kepada Allah


Wejangan untuk Jiwa yang Mencari


Wahai jiwa,

jika hari ini engkau sampai di pintu Ramadhan, ketahuilah:

bukan kakimu yang membawamu ke sini,

melainkan rahmat-Nya yang lebih dulu memanggil.


Ramadhan tidak bertanya seberapa banyak dosamu,

ia hanya bertanya satu hal:

apakah engkau mau pulang?


Niat bukan sekadar kalimat di lisan.

Ia adalah arah.

Ia adalah keputusan sunyi di kedalaman batin:

bahwa setelah lelah berjalan memutar di dunia,

engkau memilih kembali kepada Yang Awal.


Sadarilah, wahai jiwa,

bahwa selama ini engkau tidak benar-benar jauh dari Allah—

engkau hanya terlalu sibuk melihat selain Dia.

Kesadaran adalah saat hijab itu disingkap,

dan engkau berkata dalam hati:

“Aku ada di sini, ya Rabb,

dan Engkau tidak pernah pergi.”


Puasa di hari pertama bukan tentang menahan lapar,

tetapi tentang menghentikan pelarian.

Engkau berhenti mengejar pujian,

berhenti membela ego,

berhenti menghibur diri dengan yang fana.

Engkau duduk diam, dan untuk pertama kalinya,

berani berjumpa dengan dirimu yang sebenarnya.


Niat yang lurus adalah niat yang rendah.

Ia tidak berteriak ingin menjadi suci,

tidak pula memamerkan kesalehan.

Ia hanya berbisik lirih:

“Ya Allah, aku ingin Engkau.”


Jika hari ini hatimu masih berat,

niatmu masih goyah,

jangan bersedih.

Datanglah apa adanya.

Allah tidak menunggu kesempurnaanmu,

Dia menunggu kejujuranmu.


Maka mulailah Ramadhan ini

dengan satu langkah kecil tapi jujur:

mengakui bahwa engkau butuh Tuhan.


Dan siapa pun yang memulai dengan kebutuhan,

akan diakhiri dengan kecukupan.

Karena Allah tidak pernah menolak

jiwa yang pulang dengan niat yang benar.



ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts