Hari 4 – Syukur atas Kesempatan Ramadhan

 “Hari 4 – Syukur atas Kesempatan Ramadhan”


Wejangan untuk Jiwa yang Mencari


Wahai jiwa yang mencari,

jika engkau masih diberi umur untuk bertemu Ramadhan,

ketahuilah: itu bukan kebetulan,

melainkan undangan.


Banyak jiwa yang rindu namun tak sampai,

banyak nama yang tahun lalu masih berpuasa bersamamu,

kini hanya tinggal kenangan.

Maka sebelum engkau menghitung apa yang kurang,

tundukkan hatimu dan bisikkan:

Alhamdulillah, aku masih dipanggil.


Syukur bukan sekadar ucapan di lisan,

ia adalah cara memandang hidup.

Ia melihat karunia bahkan dalam lapar,

melihat kasih bahkan dalam letih.

Orang yang bersyukur tidak selalu memiliki lebih,

tetapi ia melihat lebih dalam.


Wahai jiwa,

jangan remehkan kesempatan.

Satu hari Ramadhan lebih berharga

daripada seribu hari tanpa kesadaran.

Detik-detik yang kau jalani kini

adalah ladang yang tidak selalu dibuka.

Dan engkau sedang berdiri di dalamnya.


Jika engkau merasa ibadahmu biasa saja,

tidak seindah kisah para saleh,

jangan kecil hati.

Syukur bukan pada hasil,

tetapi pada izin untuk berusaha.

Tidak semua orang diizinkan mengetuk pintu ini.


Bersyukurlah bukan hanya saat mudah beribadah,

tetapi juga saat engkau berjuang melawan malas,

melawan lalai,

melawan dirimu sendiri.

Karena perjuangan itu sendiri adalah karunia

yang hanya diberikan kepada jiwa yang ingin dekat.


Wahai jiwa,

syukur menjaga hatimu agar tidak sombong saat kuat

dan tidak putus asa saat lemah.

Ia menyeimbangkan langkahmu

agar tidak tergesa dan tidak tertinggal.


Maka di hari keempat ini,

jangan minta apa-apa terlebih dahulu.

Duduklah sejenak dalam diam,

rasakan napasmu,

rasakan iman yang masih bertahan,

dan katakan dengan jujur:

“Ya Allah, cukup bagiku Engkau mengizinkanku berada di sini.”


Karena siapa yang mengenali karunia,

akan dijaga dari kelalaian.

Dan siapa yang bersyukur atas kesempatan,

akan dibukakan jalan menuju kesempurnaan.



ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts