Hari 5 – Membersihkan Hati dari Riya dan Hasad
Wejangan untuk Jiwa yang Mencari
Wahai jiwa yang mencari,
setelah engkau berniat, bertaubat, meluruskan tujuan, dan bersyukur,
kini tibalah engkau pada ruang terdalam:
hatimu sendiri.
Ketahuilah, tidak semua penyakit berisik.
Riya sering bersembunyi dalam amal yang rapi,
dan hasad menyamar sebagai kelelahan atau diam.
Keduanya tidak selalu tampak,
namun perlahan menggerogoti keikhlasan
seperti rayap di dalam kayu.
Wahai jiwa,
riya membuatmu beribadah sambil menoleh,
hasad membuatmu memandang nikmat orang lain
dengan hati yang sempit.
Yang satu ingin dilihat,
yang lain tak rela melihat.
Keduanya berakar pada satu ilusi:
bahwa dunia ini milik manusia.
Membersihkan hati bukan berarti meniadakan rasa,
tetapi mengenalinya sebelum ia berkuasa.
Saat engkau ingin dipuji, akuilah.
Saat engkau merasa sesak melihat kelebihan orang lain,
diam dan jujurlah pada Tuhanmu.
Kejujuran itulah awal kesembuhan.
Jangan takut melihat kotoran di hatimu.
Allah tidak membencimu karena kelemahanmu,
Dia membencimu jika engkau menutupinya dengan kepura-puraan.
Hati yang retak namun jujur
lebih dekat kepada-Nya
daripada hati yang tampak bersih namun penuh sandiwara.
Wahai jiwa,
latihlah dirimu untuk gembira atas kebaikan orang lain.
Doakan mereka yang kau iri padanya.
Bukan karena mereka butuh doamu,
tetapi karena hatimu butuh dilembutkan.
Doa itu akan kembali kepadamu
dalam bentuk kelapangan.
Dan jika engkau beramal,
sembunyikanlah seperti engkau menyembunyikan aib.
Ada kelezatan tersendiri
dalam kebaikan yang hanya diketahui Allah.
Di sanalah riya mati kelaparan.
Maka di hari kelima ini,
sapulah hatimu bukan dengan keras,
tetapi dengan kesadaran.
Biarkan Ramadhan mengajarkanmu
bahwa hati yang bersih
bukan hati yang kosong dari salah,
melainkan hati yang selalu kembali.
Dengan ini, wahai jiwa,
engkau telah menutup fase awal perjalanan.
Tanah hatimu telah dibersihkan.
Sebentar lagi, benih-benih kedekatan
akan ditanam lebih dalam.
Berjalanlah dengan rendah dan jujur.
Allah lebih dekat kepada hati
yang bersih karena sadar,
bukan karena merasa suci.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment