Hari 7 – Menjaga Lisan dari Luka dan Dusta

 Hari 7 – Menjaga Lisan dari Luka dan Dusta

Wejangan untuk Jiwa yang Mencari

Wahai jiwa yang mencari,
ketahuilah: tidak semua luka terlihat,
dan tidak semua dosa berisik.
Ada yang lahir dari satu kata,
meluncur ringan dari lisan,
namun jatuh berat di hati orang lain.

Lisan adalah pintu hati.
Apa yang keluar darinya
adalah apa yang lama disimpan di dalam.
Maka ketika puasa memintamu diam,
ia bukan sedang membungkam kebenaran,
melainkan sedang membersihkan sumbernya.

Berapa banyak perselisihan
yang lahir bukan dari niat jahat,
melainkan dari kata yang tak dijaga?
Berapa banyak hubungan
yang retak bukan karena kebencian,
tetapi karena lisan yang ingin menang?

Wahai jiwa,
puasa lisan bukan hanya menahan dusta,
tetapi juga menahan yang sia-sia,
menahan keluhan,
menahan keinginan untuk selalu membenarkan diri.
Kadang diam lebih dekat kepada hikmah
daripada seribu kata yang tergesa.

Jika hari ini engkau ingin berbicara,
tanyalah hatimu sebelum lisanmu bergerak:
apakah kata ini mendekatkan kepada Allah?
apakah ia menyembuhkan atau melukai?
apakah ia perlu diucapkan,
atau hanya ingin dilepaskan?

Lisan yang dijaga
akan membuat hatimu ringan.
Engkau tak perlu mengingat-ingat
apa yang telah kau ucapkan,
karena tak ada yang perlu disesali.
Diam yang sadar adalah dzikir,
dan bicara yang terjaga adalah ibadah.

Wahai jiwa,
belajarlah meminta maaf
bahkan sebelum diminta.
Itu bukan tanda kalah,
melainkan tanda bahwa egomu mulai jinak.
Lisan yang lembut
lahir dari hati yang mulai mengenal Rabb-nya.

Jika engkau tergelincir hari ini,
jangan putus asa.
Segera tarik kembali lidahmu ke dalam zikir,
dan biarkan istighfar
menutup celah yang terbuka.
Allah mencintai hamba
yang cepat kembali setelah sadar.

Maka di hari ketujuh ini,
puasakanlah lisanmu sebagaimana perutmu.
Biarkan hanya kata yang perlu yang keluar,
dan biarkan hatimu belajar
bahwa keselamatan sering kali
bermula dari diam.

Teruskan perjalananmu, wahai jiwa.
Saat lisanmu terjaga,
jalan menuju kedalaman
akan terbuka tanpa suara.


ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts