PEREMPUAN DI ANTARA BAJA
PEREMPUAN DI ANTARA BAJA
Nyala yang Tak Pernah Padam
Di lorong-lorong panjang kampus itu
di antara bau oli, baja, dan mimpi yang ditempa panas,
namamu pernah berdiri tegak—
lembut, namun tak pernah rapuh.
Di ruang-ruang Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
di bangku-bangku Teknik Mesin ITS
yang lebih sering diisi suara bariton dan tawa maskulin,
kalian—perempuan-perempuan langka—
adalah nyala kecil yang menolak padam.
Sedikit jumlahmu,
namun tak pernah sedikit nyalimu.
Kau berjalan di antara baja dan persamaan diferensial
dengan keteguhan yang tak berisik.
Tak perlu meninggikan suara
untuk membuat dunia mendengar.
Engkau membuktikan:
kelembutan bukan lawan dari kekuatan.
Air pun bisa mengukir batu,
dan hatimu—
mengukir zaman.
Kini satu bintang itu telah pulang.
Menghadap Sang Khalik
dengan langkah yang pasti,
meninggalkan ruang kosong
yang tak mampu diisi siapa pun.
Kehilangan ini seperti ruang kuliah yang lampunya dimatikan mendadak.
Sunyi.
Berat.
Menggema.
Kita masih mendengar tawamu
di antara deru mesin imajiner,
masih melihat langkahmu
menyusuri koridor yang sama
dengan map dan cita-cita di tangan.
Persahabatan kita—
bukan sekadar foto lama atau reuni tahunan.
Ia adalah jalinan doa,
adalah jejak langkah yang saling menguatkan
ketika dunia terasa terlalu keras bagi perempuan.
Air mata ini jatuh
bukan karena kita lemah,
tetapi karena cinta begitu penuh.
Dan engkau—
perempuan kuat itu—
tidak benar-benar pergi.
Engkau hidup dalam setiap mahasiswi
yang berani duduk di barisan depan,
dalam setiap dosen perempuan
yang berdiri tegak mengajar tanpa ragu,
dalam setiap hati yang tak gentar
menjadi berbeda di dunia yang seragam.
Pergilah dengan tenang, sahabatku.
Doa kami adalah jembatan cahaya.
Rindu kami adalah bukti
bahwa engkau pernah begitu berarti.
Kami yang tinggal
akan melanjutkan langkahmu.
Dengan air mata yang diseka,
dengan dada yang tetap tegak.
Karena perempuan-perempuan kuat
tidak benar-benar hilang—
mereka berubah menjadi keberanian
di dalam dada yang lain.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment