Hari 12 – Al-Qur’an: Cahaya di Tengah Gelap
Hari 12 – Al-Qur’an: Cahaya di Tengah Gelap
Wejangan untuk Jiwa yang Mencari
Wahai jiwa yang mencari,
tidak semua gelap datang karena ketiadaan cahaya.
Sebagian gelap hadir
karena hati kehilangan arah.
Dan di saat itulah Al-Qur’an turun—
bukan sebagai buku bacaan,
melainkan sebagai petunjuk pulang.
Al-Qur’an tidak selalu mengubah keadaanmu,
tetapi ia mengubah caramu berjalan di dalamnya.
Ia tidak selalu menjawab pertanyaanmu secara langsung,
namun ia menenangkan kegelisahan
yang membuat pertanyaan itu terasa berat.
Wahai jiwa,
jangan membaca Al-Qur’an
seperti membaca kisah orang lain.
Biarkan ia membacamu.
Setiap ayat adalah cermin,
setiap perintah adalah panggilan,
setiap larangan adalah pelindung.
Ada hari ketika ayat terasa dekat,
seolah Allah sedang berbicara khusus kepadamu.
Ada pula hari ketika ia terasa jauh dan kering.
Jangan tinggalkan Al-Qur’an di hari yang kering itu.
Cahaya tidak selalu terasa hangat,
tetapi ia selalu menunjukkan jalan.
Wahai jiwa,
Al-Qur’an turun di malam yang sunyi,
dan ia paling jujur dibaca
oleh hati yang hening.
Bukan banyaknya yang utama,
melainkan kehadiran.
Satu ayat yang kau renungi
lebih terang daripada seribu ayat
yang kau lalui tanpa singgah.
Jika engkau tersesat,
jangan menunggu sampai benar-benar gelap
baru mencari cahaya.
Datanglah kepada Al-Qur’an
bahkan saat engkau belum mengerti.
Cahaya tidak menuntut pemahaman terlebih dahulu;
ia hanya meminta engkau mendekat.
Wahai jiwa,
Al-Qur’an tidak memaksamu berubah seketika.
Ia sabar.
Ia menuntunmu ayat demi ayat,
seperti tangan yang menggenggam perlahan
agar engkau tidak jatuh.
Maka di hari kedua belas ini,
bukalah Al-Qur’an bukan sebagai kewajiban,
tetapi sebagai kebutuhan.
Duduklah bersamanya
seperti duduk dengan sahabat lama
yang mengenalmu lebih dalam
daripada siapa pun.
Dan jika engkau menutup mushaf hari ini
dengan hati yang sedikit lebih tenang,
itulah tanda bahwa cahaya
telah menyentuhmu—
meski pelan.
Teruslah membaca, wahai jiwa.
Selama Al-Qur’an masih kau dekati,
tak ada gelap
yang benar-benar menelanmu.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment