Hari 15 – Tawakal: Melepaskan dan Memercayakan

Hari 15 – Tawakal: Melepaskan dan Memercayakan

Wejangan untuk Jiwa yang Mencari

Wahai jiwa yang mencari,
setelah engkau berusaha, berdoa, dan mengingat,
akan tiba satu titik
di mana hatimu harus belajar melepaskan.

Tawakal bukan menyerah sebelum berjalan,
dan bukan pula pasrah karena lelah.
Tawakal adalah ketenangan
yang lahir setelah engkau melakukan yang mampu,
lalu menyerahkan yang tak mampu
kepada Allah sepenuhnya.

Wahai jiwa,
selama ini engkau sering menggenggam hidup
dengan tangan yang gemetar,
takut jika dilepas semuanya runtuh.
Padahal, yang kau genggam itu
tidak pernah benar-benar berada dalam kuasamu.

Melepaskan bukan berarti kehilangan arah.
Justru di sanalah engkau menemukan pijakan.
Saat engkau berhenti memaksa hasil,
hatimu mulai lapang menerima takdir.
Dan di ruang itulah
kepercayaan tumbuh.

Tawakal mengajarkanmu
bahwa Allah tidak pernah lalai,
meski rencana-Nya tidak selalu sama
dengan harapanmu.
Ada jalan yang ditutup
bukan untuk menyakitimu,
tetapi untuk melindungimu
dari sesuatu yang tak kau lihat.

Wahai jiwa,
percayalah:
apa yang ditakdirkan untukmu
tidak akan melewatimu,
dan apa yang melewatimu
tidak pernah ditakdirkan menjadi milikmu.
Kalimat ini bukan untuk menenangkan semata,
tetapi untuk membebaskan.

Jika hari ini engkau masih cemas,
masih ingin mengatur segalanya,
jangan keras pada dirimu.
Tawakal adalah latihan,
bukan keputusan sekali jadi.
Setiap kali rasa takut muncul,
kembalikan ia kepada Allah
dengan lembut.

Maka di hari kelima belas ini,
tarik napas panjang,
hembuskan perlahan,
dan katakan dalam hati:
“Ya Allah, aku telah berusaha semampuku.
Kini aku percayakan sisanya kepada-Mu.”

Dan di sanalah,
tanpa tanda yang mencolok,
beban akan terasa lebih ringan.
Bukan karena masalahmu hilang,
melainkan karena engkau
tidak lagi memikulnya sendirian.

Berjalanlah ke fase berikutnya, wahai jiwa.
Dengan hati yang telah belajar
bersandar, diterangi, berbicara, mengingat,
dan kini…
memercayakan.


ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts