Hari 23 – Malam Penuh Harap dan Ampunan
Hari 23 – Malam Penuh Harap dan Ampunan
Wejangan untuk Jiwa yang Mencari
Wahai jiwa yang mencari,
di malam seperti ini
engkau tidak datang membawa prestasi,
tetapi membawa harap.
Dan harap, di hadapan Allah,
tidak pernah dianggap kecil.
Ampunan bukan hadiah
bagi mereka yang sempurna,
melainkan bagi mereka
yang jujur mengakui kekurangan.
Malam ini bukan tentang
seberapa banyak amalmu,
tetapi seberapa dalam
kerinduanmu untuk dibersihkan.
Wahai jiwa,
jangan ragu mengangkat tanganmu.
Allah tidak menimbang doa
dari kefasihan kata,
melainkan dari getaran hati
yang memanggil-Nya
tanpa sandaran lain.
Jika masa lalu terasa berat,
ingatlah:
Allah lebih besar
daripada semua salahmu.
Dan ampunan-Nya
lebih luas
daripada bayangan terburuk
yang pernah kau takutkan.
Malam ini,
biarkan harapanmu bernapas.
Jangan dipersempit oleh bisikan
bahwa engkau tak layak.
Siapa pun yang datang dengan harap
telah mengambil langkah pertama
menuju rahmat.
Tangismu tidak sia-sia.
Setiap helaan napas
yang disertai penyesalan
adalah doa yang tidak diucapkan.
Dan Allah mendengarnya
bahkan sebelum air mata jatuh.
Wahai jiwa,
ampunan tidak selalu terasa
seperti kilat yang menyambar.
Kadang ia hadir pelan,
sebagai ketenangan
yang tiba-tiba menetap di dada.
Maka di hari kedua puluh tiga ini,
datanglah kepada Allah
tanpa perhitungan.
Tinggalkan segala dalih.
Berdirilah sebagai hamba
yang berharap,
dan itulah posisi
yang paling dicintai-Nya.
Teruslah terjaga malam ini.
Karena siapa yang mengetuk
dengan harap,
tidak akan pulang
dengan tangan kosong.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment