Hari 24 – Doa untuk Masa Depan yang Diberkahi

Hari 24 – Doa untuk Masa Depan yang Diberkahi

Wejangan untuk Jiwa yang Mencari

Wahai jiwa yang mencari,
masa depan sering tampak
seperti jalan berkabut.
Kau tidak tahu
di mana kakimu akan berpijak,
tetapi malam ini
kau tahu kepada siapa
harus berharap.

Doa bukan cara
mengendalikan masa depan.
Ia adalah cara
menyerahkan masa depan
kepada Yang Maha Mengetahui.
Dan di sanalah ketenangan bermula.

Wahai jiwa,
jangan hanya mendoakan
agar hidupmu mudah.
Mintalah agar hatimu kuat
saat jalan menjadi sulit.
Karena keberkahan
tidak selalu hadir
dalam bentuk kelapangan,
tetapi dalam kemampuan
bertahan tanpa kehilangan arah.

Dalam doa,
sebutlah harapanmu dengan jujur.
Tidak perlu indah.
Tidak perlu panjang.
Allah mengenal kegelisahanmu
bahkan sebelum engkau mengucapkannya.

Jika engkau takut melangkah,
ingatlah:
Allah sudah lebih dulu ada
di hari esokmu.
Tidak satu pun kejadian
yang mengejutkan-Nya.
Dan itu cukup
untuk membuatmu berani.

Wahai jiwa,
doa untuk masa depan
adalah pengakuan
bahwa engkau bukan pemilik waktu.
Ia adalah latihan kepercayaan,
bahwa apa pun yang datang
tidak akan datang sendirian—
Allah menyertainya.

Malam ini,
serahkan rencanamu satu per satu.
Yang berhasil,
yang tertunda,
yang belum sempat kau mengerti.
Biarkan Allah menata ulang
tanpa interupsi egomu.

Maka di hari kedua puluh empat ini,
berdoalah bukan sebagai penguasa nasib,
tetapi sebagai hamba
yang ingin dijaga langkahnya.
Karena masa depan yang diberkahi
bukan yang tanpa masalah,
melainkan yang selalu ditemani
oleh cahaya petunjuk.

Tenanglah, wahai jiwa.
Siapa yang menitipkan esoknya kepada Allah,
tidak akan kehilangan hari ini.


ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts