FASE VI — PENYEMPURNAAN & KEMBALI FITRI
FASE VI — PENYEMPURNAAN & KEMBALI FITRI
Puncak, perpisahan, dan janji diri
Hari 26 – Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Wejangan untuk Jiwa yang Mencari
Wahai jiwa yang mencari,
ada malam yang tidak menambah usia,
tetapi menambah makna.
Satu malam
yang beratnya melebihi waktu,
dan nilainya melampaui hitungan.
Malam itu tidak datang
untuk dipamerkan,
tetapi untuk dihayati.
Ia tidak mencari keramaian,
melainkan hati
yang telah lama rindu
namun jarang berani mengaku.
Wahai jiwa,
seribu bulan bukan soal angka.
Ia adalah isyarat
bahwa Allah dapat mengganti
kelalaian panjang
dengan satu kehadiran yang jujur.
Apa yang gagal kau bangun
selama bertahun-tahun,
bisa dirintis
dalam satu malam penyerahan.
Malam kemuliaan
tidak menanyakan siapa engkau kemarin.
Ia hanya menatap
siapa dirimu saat ini.
Apakah engkau datang
dengan kelelahan yang jujur,
atau dengan kesombongan
yang masih disembunyikan?
Di malam ini,
doa tidak perlu berteriak.
Cukup bernafas dalam sujud,
dan katakan dengan hati:
“Ya Allah,
jika ini malam-Mu,
jangan biarkan aku
menjadi orang yang berlalu.”
Wahai jiwa,
ketenangan yang turun di malam ini
bukan ketiadaan masalah,
melainkan hadirnya makna
di tengah segala yang belum selesai.
Dan itu cukup
untuk mengubah arah hidup.
Maka di hari kedua puluh enam ini,
datanglah dengan seluruh dirimu.
Bukan versi terbaikmu,
tetapi versi terjujurmu.
Karena di hadapan malam kemuliaan,
kejujuran lebih berharga
daripada kesempurnaan.
Diamlah sejenak.
Sujudlah lebih lama.
Dan biarkan satu malam ini
menjadi saksi
bahwa engkau pernah benar-benar
hadir di hadapan-Nya.
Siapa yang disentuh malam ini,
akan berjalan berbeda
selamanya.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment