Hari 28 – Janji untuk Istiqamah
Hari 28 – Janji untuk Istiqamah
Wejangan Jiwa yang Mencari
Wahai jiwa yang mencari,
istiqamah bukan tentang berlari jauh,
tetapi tentang tidak berhenti
meski langkah kecil dan tertatih.
Banyak yang kuat di awal,
sedikit yang setia di tengah.
Istiqamah lahir
bukan dari semangat sesaat,
tetapi dari kesadaran
bahwa Allah layak dicari
setiap hari,
bukan hanya di bulan suci.
Wahai jiwa,
jangan berjanji terlalu tinggi
hingga engkau sendiri gentar.
Cukuplah satu kebiasaan kecil
yang terus kau jaga.
Satu sujud yang lebih jujur.
Satu doa yang tidak ditinggalkan.
Satu dosa yang kau hindari
dengan sadar.
Allah tidak menuntut
kesempurnaanmu,
tetapi kehadiranmu.
Langkah yang sedikit
namun berulang
lebih dicintai
daripada lompatan besar
yang cepat menghilang.
Jika suatu hari engkau jatuh,
jangan putuskan janji.
Bangkit perlahan.
Istiqamah bukan berarti
tidak pernah gagal,
melainkan tidak menetap
dalam kegagalan.
Wahai jiwa,
buatlah janji ini
bukan dengan kekuatanmu,
tetapi dengan memohon penjagaan-Nya.
Karena siapa yang bersandar
akan ditopang.
Maka di hari kedua puluh delapan ini,
ikatlah hatimu
pada Allah,
bukan pada kemampuanmu sendiri.
Berjalanlah meski pelan.
Tetaplah menuju-Nya.
Karena istiqamah
bukan tentang seberapa jauh engkau telah pergi,
melainkan tentang arah
yang tak pernah engkau tinggalkan.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment