Penyederhanaan yang Disederhanakan

“Penyederhanaan yang Disederhanakan”


Reformasi, katanya,
cukup dimaknai sederhana:
menyederhanakan birokrasi.

Maka dipangkaslah struktur—
jabatan-jabatan diringkas,
lapisan-lapisan dihapus,
seolah kompleksitas bisa diselesaikan
dengan gunting administratif.

Dari struktural ke fungsional,
arus besar itu digerakkan—
bukan sebagai transformasi,
melainkan sebagai pemindahan.


Di rumah baru bernama jabatan fungsional,
yang dicari bukan lagi kompetensi,
melainkan peluang formasi.

Sebuah ruang yang terbuka bukan karena kebutuhan,
tetapi karena tersedia;
bukan karena relevansi,
tetapi karena regulasi mengizinkan.

Dan di sanalah ironi mulai berakar:
ketika keahlian kehilangan pusatnya,
dan sistem kehilangan arah epistemiknya.


Angka kredit menjelma sakral—
ia dihitung dengan teliti,
dikumpulkan dengan disiplin,
ditimbang seperti mata uang legitimasi.

Uji kompetensi berdiri sebagai ritus,
yang tak boleh dilampaui tanpa tunduk.

Namun keduanya—
angka dan uji—
perlahan menggantikan esensi:

bahwa jabatan adalah fungsi berpikir,
bahwa kenaikan adalah konsekuensi kontribusi.


Regulasi berhenti—
bukan karena selesai,
tetapi karena kehilangan pertanyaan.

Ia tidak lagi bergerak,
tidak lagi menyesuaikan,
seolah dunia di luar sana juga ikut diam.

Padahal perubahan melaju tanpa menunggu,
menuntut sistem yang lentur, adaptif,
dan berani merombak dirinya sendiri.


Sistem jabatan fungsional berdiri gamang—
dibangun di atas fondasi lama
yang belum sempat dibongkar.

Paradigma administratif masih berkuasa:
mengukur dari berkas,
menilai dari kepatuhan,
menghargai dari durasi.

Sementara dunia telah bergeser—
menuju kompetensi nyata,
kolaborasi lintas batas,
dan dampak yang terukur.


Maka daya saing itu tertinggal—
bukan karena kita tak mampu,
tetapi karena sistem tak memberi ruang
untuk kemampuan itu tumbuh.

Kita sibuk menyederhanakan bentuk,
namun lupa mentransformasikan makna.


Barangkali, yang perlu disederhanakan
bukanlah struktur semata,
melainkan cara berpikir kita tentang birokrasi.

Bahwa reformasi bukan pemangkasan,
melainkan pergeseran paradigma;

bahwa jabatan fungsional bukan pelarian,
melainkan orkestrasi keahlian;

bahwa angka kredit bukan tujuan,
melainkan jejak dari nilai yang diciptakan.


Dan birokrasi modern—
ia tidak lahir dari penyederhanaan yang tergesa,
melainkan dari keberanian untuk mendefinisikan ulang:

apa itu kerja,
apa itu kinerja,
dan untuk siapa semua ini ada.


ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts