Negeri yang Berdiri di Atas Kepercayaan

Negeri yang Berdiri di Atas Kepercayaan


Bukan hanya angka
yang mengguncang sebuah negeri.

Bukan semata inflasi,
bukan kurs yang menipis,
bukan grafik merah
di layar para pedagang dunia.

Ada sesuatu yang lebih sunyi,
lebih halus dari statistik,
namun mampu menjatuhkan pasar
atau menyelamatkan bangsa:

kepercayaan.

Ketika rakyat mulai takut,
uang berhenti berjalan.
Toko-toko menjadi lengang,
pabrik menahan napas,
dan mimpi-mimpi kecil
mulai ditunda perlahan.

Seorang ibu menahan belanja.
Seorang ayah membatalkan rencana.
Seorang pemuda mengurungkan usaha.
Bukan karena dunia runtuh—
tetapi karena keyakinan
lebih dahulu patah.

Ekonomi ternyata bukan sekadar pasar,
melainkan denyut jiwa manusia.

Ia bergerak
oleh harapan yang masih menyala
di mata orang-orang biasa.

Negeri ini tidak selalu kekurangan sumber daya.
Kadang yang habis lebih dahulu
adalah rasa percaya.

Dan saat percaya hilang,
angka-angka kehilangan makna.
Cadangan devisa terasa rapuh.
Pidato-pidato terdengar jauh.
Kebijakan berubah menjadi gema
yang tak lagi menyentuh hati rakyat.

Sebab pasar bisa membaca ketakutan
bahkan sebelum pemerintah sempat berbicara.

Sejarah mengajarkan:
bangsa tidak bangkit
hanya oleh uang dan proyek besar.

Ia bangkit
ketika rakyat merasa tidak ditinggalkan.
Ketika pemimpin berbicara jujur.
Ketika hukum tidak diperjualbelikan.
Ketika perbedaan tidak dipelihara menjadi kebencian.
Ketika masa depan
masih terasa mungkin diperjuangkan.

Tenang—
bukan berarti tanpa masalah.

Damai—
bukan berarti tanpa krisis.

Tetapi ada keteduhan batin kolektif
yang membuat orang tetap bekerja,
tetap menanam,
tetap membangun,
meski dunia sedang gemetar.

Karena ekonomi sesungguhnya
dibangun dua kali:

pertama di pasar,
kedua di dalam hati manusia.

Dan sering kali,
yang kedua menentukan
apakah yang pertama akan bertahan.

Maka jangan remehkan
kata-kata yang menenangkan,
keadilan yang ditegakkan,
atau harapan yang dirawat bersama.

Sebab sebuah bangsa dapat selamat
bukan hanya karena kaya,
tetapi karena rakyatnya
masih percaya
esok layak diperjuangkan.

ⒷⒽⓌ

Comments

Popular Posts