Saat Al-Fatihah Dijawab Langit
Saat Al-Fatihah Dijawab Langit
Di sepertiga malam
ketika dunia mematikan gaduhnya,
seorang hamba berdiri sendiri—
membawa dada yang retak
dan mata yang terlalu lama menahan hujan.
Ia mengangkat tangan gemetar, lalu berbisik:
⸻
Hamba:
“Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm…”
Dengan nama-Mu ya Allah…
Aku datang membawa takut, rindu, dan harapan.
Allah:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”
— Al-Qur’an, Az-Zumar: 53
“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”
— Al-A‘rāf: 156
⸻
Hamba:
“Alḥamdulillāhi rabbil-‘ālamīn…”
Segala puji bagi-Mu, Tuhan seluruh alam…
Meski aku sering mengeluh atas hidup yang Engkau beri.
Allah:
“Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya.”
— Ibrahim: 34
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?”
— Asy-Syarḥ: 1
“Dan sungguh Tuhanmu akan memberimu hingga engkau ridha.”
— Adh-Ḍuḥā: 5
⸻
Hamba:
“Ar-raḥmānir-raḥīm…”
Engkau Maha Pengasih, Maha Penyayang…
Tetapi mengapa aku masih takut Engkau tak mengampuniku?
Allah:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat.”
— Al-Baqarah: 222
“Dan Dia-lah Yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya.”
— Asy-Syūrā: 25
“Aku dekat.”
— Al-Baqarah: 186
⸻
Hamba:
“Māliki yaumid-dīn…”
Engkau Penguasa Hari Pembalasan…
Aku takut membawa terlalu banyak dosa saat kembali kepada-Mu.
Allah:
“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya… ibu dan ayahnya…”
— ‘Abasa: 34–36
“Kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
— Asy-Syu‘arā’: 89
“Dan barangsiapa bertobat dan beramal saleh, sungguh ia kembali kepada Allah dengan sebenar-benarnya.”
— Al-Furqān: 71
⸻
Hamba:
“Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn…”
Hanya kepada-Mu aku menyembah…
Hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan…
Karena semua selain-Mu akhirnya mengecewakanku.
Allah:
“Bukankah Allah cukup bagi hamba-Nya?”
— Az-Zumar: 36
“Dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pelindung.”
— Al-Aḥzāb: 3
“Aku bersama kalian.”
— Ṭāhā: 46
⸻
Hamba:
“Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm…”
Tunjukilah aku jalan yang lurus…
Karena aku sering tersesat oleh diriku sendiri.
Allah:
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
— Al-‘Ankabūt: 69
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
— Asy-Syarḥ: 6
“Maka janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah.”
— Yusuf: 87
⸻
Hamba:
“Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim…”
Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat…
Aku ingin menjadi salah satu dari mereka, ya Rabb.
Allah:
“Mereka bersama para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh.”
— An-Nisā’: 69
“Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.”
— Al-Bayyinah: 8
⸻
Hamba:
“Ghairil-maghdhūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn…”
Bukan jalan mereka yang dimurkai dan tersesat…
Ya Allah… jangan biarkan hatiku menjauh dari-Mu setelah Engkau memberiku petunjuk.
Allah:
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai.”
— Al-Fajr: 27–28
“Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku.”
— Al-Fajr: 29
“Dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
— Al-Fajr: 30
⸻
Dan hamba itu pun tersungkur menangis.
Bukan karena hidup terlalu berat.
Tetapi karena baru sadar—
selama ini ia mengira
sedang mencari Allah.
Padahal sejak awal,
Allah-lah
yang tak pernah berhenti
mencarinya pulang.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment