Di Ambang Kehendak-Mu
Di Ambang Kehendak-Mu
Ada pintu
yang tak pernah terbuka
meski telah lama kutumbuk
dengan doa,
air mata,
dan seluruh tenaga.
Barulah kusadari,
bukan semua pintu
diciptakan untuk dimasuki.
Ada sungai
yang tak meminta dilawan,
melainkan diseberangi
dengan jiwa
yang telah belajar ringan.
Maka ajarilah aku,
bukan menjadi batu
yang keras menghadapi arus,
melainkan air
yang tetap menuju laut
tanpa kehilangan dirinya.
Namun jangan pula
biarkan aku berlindung
di balik kata takdir
setiap kali takut melangkah.
Jika masih ada rantai
yang dapat kupatahkan,
jangan biarkan aku
menyebutnya nasib.
Jika masih ada luka
yang dapat kusembuhkan,
jangan biarkan aku
menamainya kehendak-Mu.
Dan bila akhirnya
aku berdiri
di batas antara menerima
dan mengubah,
anugerahkanlah
mata hati
yang tidak silau
oleh keinginanku sendiri.
Sebab sering kali
yang paling sulit dibedakan
bukanlah dunia dan akhirat,
bukan pula kalah dan menang,
melainkan
suara-Mu
yang bening laksana fajar,
dari suara egoku
yang pandai menyamar
sebagai doa.
Hingga pada penghujung perjalanan,
aku tak lagi bertanya
mengapa jalan ini demikian panjang.
Aku hanya ingin
setiap langkah
menjadi cara-Mu berjalan di dalam diriku,
hingga yang tersisa
bukan lagi kehendakku,
melainkan keheningan
yang seluruhnya
dipenuhi oleh-Mu.
ⒷⒽⓌ
Comments
Post a Comment